Perang Obor "Oor-Oboran"

 


Perang obor atau disebut juga obor-oboran, merupakan salah satu upacara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Kabupaten Jepara, khususnya Desa Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Upacara ini diadakan setahun sekali pada Senin Pahing, malam Selasa Pon di Bulan Dzulhijjah.


Obor pada upacara tradisional ini adalah gulungan atau bendelan 2 (dua) atau 3 (tiga) pelepah kelapa yang sudah kering dan bagian dalamnya diisi dengan daun pisang kering. Obor yang telah tersedia dinyalakan bersama untuk digunakan sebagai alat untuk saling menyerang sehingga sering terjadi benturan–benturan obor yang dapat mengakibatkan pijaran–pijaran api yang besar, yang memunculkan nama Perang Obor.


Upacara ini didasarkan atas legenda Ki Gemblong yang dipercaya oleh Kyai Babadan untuk merawat dan menggembalakan ternaknya. Namun karena terlena dengan ikan dan udang di sungai, ternak tersebut terlupakan sehingga sakit atau mati. Kyai Babadan yang tidak terima dengan kelalaian Ki Gemblong, memukul Ki Gemblong dengan obor dari pelapah kelapa. Akibatnya ia menggunakan obor serupa untuk membela diri.

Tanpa diduga, benturan kedua obor menyebarkan api di tumpukan jerami di sebelah kandang. Ternak yang awalnya sakit tiba-tiba menjadi sembuh. Kepercayaan terhadap api obor yang mampu mendatangkan kesehatan dan menolak bala inilah yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan upacara Perang Obor.

 

list PAKET OLAHRAGA AIR

list PAKET KELILING KOTA

list PAKET PAPASAN TREKKING TOUR

HUBUNGI KAMI BWSJEPARA ADMIN

bwsjepara@gmail.com

276B2771

+62 852 2636 7216

+62 8132 554 2301

Jl. Tirto Samudro No. 48, Rt. 12/04 Bandengan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia

Pantai Bandengan | Pantai Kartini | Pulau Panjang | Karimun Jawa |Desa Wisata Tempur | Kerajinan Seni Ukir dan Patung | Sentra Troso | Perang Obor | Papasan Trekking tour

Flag Counter